Ayahku pernah
berkata, ‘terkadang manusia takut untuk memulai sesuatu yang baru karena mereka
berpikir akan hilangnya zona nyaman pada dirinya. Banyak orang bisa melaluinya
dengan baik, namun ada yang mempunyai kesan buruk. Kau tidak boleh menghakimi seseorang
yang berbeda denganmu, karena sebenarnya mereka mempunyai opininya masing
masing dalam berpikir.’
Kami berjalan
di pekarangan rumah sambil melihat mentari terbenam. ‘Ayah aku berbeda dengan
teman temanku. Teman – temanku menganggapku aneh karena sikapku yang tak wajar
pada mereka. Aku tidak tahu harus berbuat apa ketika aku mendengar bisikan
bisikan miring terhadapku. Entah mengapa aku bisa mendengar obrolan mereka
meski aku sudah mengunci gudang sekolah. Kemudian aku mendengar kebisingan yang
luar biasa ketika beberapa orang selain teman – temanku ikut membicarakanku.
Rasanya penat dalam kepalaku mendengar omongan – omongan mereka.’
‘Itulah sifat
manusia, yang belum bisa menerimamu seutuhnya. Kamu memang berbeda dari manusia
kebanyakan, bahkan kamu bukanlah dari planet ini. Namun satuhal yang pasti,
kamu adalah anakku Clark. Mungkin di
luar planet ini, kau mempunyai ayah yang sebenarnya. Namun, di dunia ini, aku
adalah ayahmu yang akan membimbingmu melawati rintangan dunia ini. Percaya pada
ayah, meskipun kau merasa kamu berbeda atau sendiri, kami sebagai orang tuamu
akan terus percaya padamu apapun yang terjadi.
Itulah
sepenggal kenangan yang kudapat dari ayahku sebelum ia menghembuskan nafas
terakhirnya. Aku sadar aku bukan makhluk dunia ini, aku mempunyai kelebihan
yang manusia tidak punya. Namun ayah selalu mengajarkan agar tidak boleh
menunjukan kelebihanku agar tidak menjadi sombong. Seringkali aku mendapat
perlakuan yang tidak menyenangkan terhadap beberapa manusia. Aku hanya bisa
menahan diri atas apa yang mereka lakukan padaku. Ayah juga mengajarkan padaku
‘semua itu ada porsinya masing masing, ketika kau membalas apa yang telah kamu
alami terhadap mereka berarti kamu kalah dengan nafsumu yang akan membimbingmu
pada kejahatan.’ Pernah sesekali aku membalas perbuatan mereka. Namun akhirnya
aku yang di marahi ayah karena tidak bisa menahan kemarahanku sendiri. Dia
marah dan berkata ‘BIARKAN MEREKA DIBALAS DENGAN CARA LAIN!!! asal tidak dengan kekuatanmu CLARK KENT !!!’
mulanya aku bingung, dengan apa yang ayahku katakan. Ini tidak adil, pikirku
saat itu. Namun setelah aku berpikir secara dewasa, ada beban yang kumiliki
melalui kekuatan yang aku punya. Kekuatan itu ada untuk membantu orang bukan
untuk mementingkan pikiran – pikiran pribadi saja.
***
Saat aku
pindah ke Metropolis dari Smallville, aku merasakan perbedaan yang sangat
signifikan dari kedua kota ini.
Smallvile adalah kota kecil yang kebanyakan kotanya dipenuhi oleh sawah. Aku
tumbuh besar disana sampai aku lulus Senior High School. Biasanya setelah
pulang sekolah aku selalu membantu ayah mengurusi pertanian, peternakan, dan
perkebunan miliknya. Kami mempunyai ladang yang cukup luas untuk mengurusinya
satu persatu. Terkadang apabila tidak ada orang yang melihat, aku memakai
tenagaku yang kuat dan cepat untuk membantu meringankan pekerjaan ayah. Namun
ketika ayah tahu, aku langsung dimarahinya. Penuh kenangan di Smallville,
hingga akhirnya aku diterima di daily planet karena menyumbangkan beberapa
artikle yang berbau kemanusiaan pada zaman sekarang. Setelah 5 tahun lulus dari
Smallville Senior high School, aku langsung pindah ke metropolis tempat dimana
orang lalu lalang untuk bekerja mencari nafkah untuk kehidupannya.
Kesan pertama
ketika pindah ke Metropolis adalah tempat ini tidak pernah haus akan keramaian
akan orang – orang. Aku menyewa apartement di daerah Millway street yang
jaraknya cukup untuk naik satu kali subway dalam waktu 13 menit. Mulanya aku
sangat bingung ketika kereta yang harusnya ku naiki selalu penuh. Tiga kali aku terlambat masuk kantor, dan tak
heran aku selalu di marahi oleh bosku, Perry White. Pak White selalu tidak
menerima alas an apa saja ketika kita berbuat yang tidak ia sukai. Namun kata
temanku, Jimmy Olsen, Pak White hanya mencari bahan untuk ia marahi. Memang
sikapnya dari dulu selalu perfeksionis, tidak boleh ada celah dari apa yang
dialakukan. Termasuk pula dalam mengolah berita. Temanku Jimmy Olsen baru masuk
tiga bulan setelah aku masuk, meskipun begitu ia cukup bagus dalam memainkan
kameranya. Banyak foto fotonya masuk dalam cover editorial Koran. Berbagai
macam kasus criminal pernah ia lewati seperti pembunuhan berantai, perampokan
bank, serta terorisme dan lain – lain. Meskipun begitu,ia hanyalah seorang
rekanan dari wartawan muda namun senior di Daily Planet yang bernama Lois Lane.
Lois Lane
adalah wartawan yang berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya. Secara fisik, ia
adalah wanita yang membuatku terpikat pada saat masuk ke daily planet. Parasnya
yang cantik, rambut hitam dan kaki yang jenjang seperti model, pasti akan
terpikat pada pesonanya. Banyak dari teman teman wartawan yang menyukainya, itu
juga termasuk diriku. Namun dibalik kecantikan yang ia pancarkan, ia juga orang
yang kritis dalam mengolah artiklenya. Banyak artiklenya yang masuk cover daily
planet sebagai topic utama. Disamping itu, Lois juga berani dalam meliput
berbagai macam berita bersama partnernya Jimmy Olesen. Menurut Jimmy, Lois
selalu memaksanya untuk melakukan hal hal yang gila untuk mencari berita. Dia
juga tidak takut dengan pengusaha ternama Lex Luthor yang pamornya sedang naik
dimata masyarakat. Lois begitu idealis mengungkap fakta fakta yang terselubung
terhadap criminal criminal dibalik layar. Tak jarang ia menapat terror di
beberapa orang yang merasa tersinggung terhadap berita yang ia berikan. Namun,
bukan Lois Lane jika ia tidak sanggup membela dirinya sendiri. Ia mengikuti
kelas beladiri dari mulai jiujitsu, karate, muang tai, boxing, sampai
taekwondo. Ayahnya sendiri tentara yang berpangkat komandan. Dari kecil memang
Lois dilatih untuk mempertahankan diri dari kondisi apapun. Meskipun begitu
untuk masalah relationship, Lois memang agak susah untuk berkomitmen. Dia
beberapa kali putus dengan orang yang tidak sanggup menjalani kehidupan seperti
Lois. Ia juga termasuk pribadi yang keras dalam menunjukkan apa yang ia mau.
Sehingga terkadang untuk berkomitmen si pasangan harus menuruti yang ia mau
secara sepihak tanpa kompromi.
Perkenalanku
dengan Lois cukup singkat. Bahkan hanya sekedar basa basi kalau dipikir pikir.
Jimmy yang mengenalkanku pada dirinya. Namun ia hanya melihat mataku dengan
tajam dan berkata ‘Salam kenal Clark Kent, Selamat datang di daily Planet yang
kacau ini.’ Kamudian ia pergi untuk melanjutkan pekerjaannya.
‘Jangan
dianggap serius clark, Sifatnya memang begitu kalau ada orang baru.’ Jimmy
mencoba mengiburku.
bersambung................................................................................................................